K E L E T A H

Paklong punya blog lah…

Arsip untuk November 28th, 2007

Amuk Menggelegak

Ditulis oleh paklonglah di/pada November 28, 2007

Aku bercakap tutur

Bukan nak mengatur

 

Aku bertutur ujar

Bukan nak tunjuk ajar

 

Aku berujar kata

Bukan nak mengata

 

Aku berkata kata

Bukan nak mengata ngata

 

Biar terbata apa yang hendak dikata

Takkan ku henti hingga terkata

 

Biar terputus apa yang hendak diutus

Takkan ku henti hingga tergerus

 

Biar tercegah apa yang hendak disanggah

Takkan ku henti hingga terluah

 

Dengan segak

Aku berdiri tegak

Bukan nak berlagak

Hanya amuk di hati dah menggelegak

Ditulis dalam Conteng-conteng Paklong | Bertanda: , , , | 7 Komentar »

Songkok Haji

Ditulis oleh paklonglah di/pada November 28, 2007

 songkok1.jpg

Menutup kepala (rambut dari kening ke atas) bagi kaum muslimin, sunat hukumnya. Sunat artinya, mendapatkan pahala jika melakukan, dan tidak berdosa bila meninggalkan.

Songkok, kopiah, peci adalah kata-kata yang digunakan untuk menyebut penutup kepala pria (muslimin). Saat ini begitu beragam bentuk, corak atau warnanya. Begitu juga bahannya. Pada umumnya songkok, kopiah, atau peci tersebut dikenakan oleh muslimin ketika menunai ibadah shalat, atau menghadiri acara-acara hajatan atau hari besar Islam. Namun sebagian pria muslim lainnya tetap mengenakannya pada berbagai kesempatan yang tidak berhubungan dengan seremonial atau acara keagamaan sekalipun.

 songkok4.jpg

Dahulu penggunaan songkok, kopiah, atau peci dapat melambangkan identitas si pemakai. Songkok, kopiah, atau peci berbentuk bulat dan berwarna putih menandakan si pemakai adalah seorang haji. Itu beberapa tahun lalu. Dan itu biasanya disebut kopiah/songkok haji. Sedangkan yang “non-haji” lazimnya mengenakan yang berwarna hitam, coklat, dan sebagainya (tidak berwarna putih).

Itu dahulu. Sekarang bagaimana? Sepertinya “aturan tidak tertulis” tersebut tidak berlaku lagi. Tapi entah pada daerah-daerah tertentu, apakah anggapan seperti itu masih ada?

Songkok, kopiah, atau peci berbentuk bulat dan berwarna putih ada dan dijual di mana-mana. Anak kecil sekalipun biasa mengenakan songkok, kopiah, atau peci bulat berwarna putih. Tak bisa dibedakan mana yang “haji” atau “non-haji.”

Ditinjau dari aturan agama, jelas tak ada pembedaan atau aturan resmi dalam hal “songkok menyongkok” ini. Yang belum haji, sah-sah saja mengenakan yang berwarna putih. Yang sudah ber-haji pun boleh-boleh saja mengenakan berwarna hitam, merah, coklat, hijau, dan sebagainya.

Satu hal yang “menggembirakan” ialah semakin banyak umat (muslimin) yang mengenakan songkok, kopiah, atau peci di berbagai kesempatan, tak hanya pada acara keagamaan atau peribadatan semata. Mungkin pemandangan ini sedikit atau jarang ditemukan pada dekade 1990-an, 1980-an, 1970-an, dan seterusnya. Lantas, apakah hal itu berkorelasi langsung dengan tingkat ketaqwaan umat? Wallahu’alam.

 

(foto: bruneiresources.com)

 

Ditulis dalam Conteng-conteng Paklong | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »