K E L E T A H

Paklong punya blog lah…

Arsip untuk April, 2008

GANTI AWARD IV 2008 [Yayasan Bandar Raja Ali Haji (Bandar Serai)]

Ditulis oleh paklonglah di/pada April 30, 2008

GANTI AWARD IV 2008 [Yayasan Bandar Raja Ali Haji (Bandar Serai)]

- Peserta adalah penduduk Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (dibuktikan dengan KTP atau identitas lainnya).

- Tema bebas

- Naskah belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutkan pada sayembara lain

- Boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.

- Naskah diketik spasi rangkap, minimal 100 halaman, dijilid rangkap satu.

- Kirim bersama disket yang berisi naskah novel, ke; Sekretariat Bandar Serai, Komplek Bandar Serai (Purna MTQ), Jl Jend Sudirman, Pekanbaru. Telp 0761-40830.

- Batas akhir pengiriman naskah 30 September 2008 (cap pos).

- Pemenang akan diumumkan Desember 2008.

- Naskah yang dianggap layak akan diterbitkan, penulis akan menerima royalti.

Ditulis dalam info | 1 Komentar »

SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ 2008

Ditulis oleh paklonglah di/pada April 30, 2008

SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ 2008

- Tema bebas

- Novel bukan hasil jiplakan.

- Naskah belum pernah dipublikasikan baik sebagian atau seluruhnya, serta tidak sedang diikutkan sayembara lain

- Naskah minimal 100 halaman A4, 1,5 spasi, Times New Roman 12.

- Karya di-copy 5 rangkap dan dijilid.

- Boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.

- Sertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah.

- Karya dikirim ke “Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2008″ Dewan Kesenian Jakarta; Jl. Cikini Raya 73 Jakarta 10330, Telp. 021-3193 7639 / 316 2780.

- Batas akhir pengiriman naskah tanggal 31 Agustus 2008 (cap pos atau diantar langsung).

- Pemenang akan diumumkan dalam acara Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada akhir Desember 2008.

- Hak cipta dan hak penerbitan naskah, sepenuhnya berada pada penulis.

Ditulis dalam info | Leave a Comment »

April Mop

Ditulis oleh paklonglah di/pada April 2, 2008

Dalam penanggalan Masehi, ada satu hari dimana orang-orang diperbolehkan membohongi dan menipu orang lain. Ya, itulah hari April Mop atau The April’s Fool Day, yang dirayakan setiap 1 April. Pada hari itu, Anda boleh-boleh saja membohongi teman, orang tua, guru, dan lain-lain. Yang menjadi korban, tidak diperkenankan marah setelah ia sadar atau diberitahu bahwa dirinya adalah sasaran April Mop.

Tahukah Anda, dari mana asal dan apa yang melatarbelakangi April Mop itu?

Sejarah adanya perayaan April Mop atau The April’s Fool Day bermula lebih dari lima abad lalu.

Abad ke-8 Masehi, dibawah pimpinan Panglima Thariq bin Ziyad, Islam datang dan membebaskan Spanyol. Spanyol mulai menjelma menjadi kawasan maju. Penduduknya memeluk Islam dengan ikhlas. Sikap para penguasa Islam yang lembut dan baik telah meluluhkan hati penduduk tempatan untuk memeluk dan menjalankan syariat Islam. Selama sekitar enam abad ke depan, penduduk Spanyol hidup dalam ketenangan dan kemajuan di bawah kepemimpinan Islam.

Rupanya kaum kafir tidak tinggal diam melihat kegemilangan Spanyol di bawah Islam kala itu. Pasukan perang kaum kafir yang ada di sekitar Spanyol selalu gagal menembus pertahanan pasukan Islam. Kemudian mereka tidak lagi memakai cara perang konvensional. Cara yang ditempuh adalah dengan melemahkan iman kaum muslim melalui serangan pemikiran dan budaya (gaya hidup).

Ketika kaum Muslim tengah terbuai, pasukan Salib melakukan penyerangan. Tak hanya menyerang pasukan Islam, penduduk sipil (wanita, anak-anak, dan orangtua) pun menjadi sasaran beringas pasukan Salib. Satu persatu wilayah Spanyol dikuasai pasukan Salib. Wilayah Spanyol terakhir yang ditaklukkan pasukan Salib yakni Granada.

Di Granada inilah peristiwa memilukan umat Islam terjadi. Peristiwa penaklukan Granada oleh pasukan Salib inilah yang kemudian diperingati dan dirayakan oleh umat nasrani sebagai April Mop atau The April’s Fool Day. Bagaimana peristiwa penaklukan tersebut, yang tak lain melatarbelakangi lahirnya perayaan April Mop itu?

Saat itu, Granada menjadi daerah Spanyol terakhir yang belum dikuasai pasukan Salib. Umat Islam di Granada pantang menyerah mempertahankan keislaman mereka. Mereka juga terus memberikan perlawanan fisik yang tak henti-hentinya. Pasukan Salib pula terus mengejar penduduk Islam Spanyol (orang-orang Moor) di Granada. Orang-orang Moor berusaha bertahan dan bersembunyi di rumah-rumah. Sementara di jalanan, ribuan mayat kaum Muslim telah bergelimpangan. Pasukan Salib tahu bahwa masih banyak kaum Muslim lainnya di Granada yang masih hidup dan bersembunyi di rumah-rumah.

Pasukan Salib lalu mengelabui orang-orang Islam yang masih bertahan itu. Mereka berjanji, akan menjamin keamanan bagi Muslim Granada untuk keluar rumah, dan kemudian berlayar meninggalkan Spanyol. Bahkan kapal-kapal telah dipersiapkan oleh pasukan Salib, untuk digunakan oleh Muslim Granda berlayar meninggalkan Spanyol. Beberapa orang Muslim dipersilakan melihat kapal-kapal yang dijanjikan pasukan Salib tersebut di pelabuhan.

Sehari kemudian, ribuan Muslim Granada berbondong-bondong keluar dari rumah mereka menuju pelabuhan. Di sisi lain, beberapa Muslim lainnya tidak percaya dengan tawaran pasukan Salib tersebut. Mereka memilih tetap bertahan di rumah-rumah atau tempat persembunyian mereka.

Beberapa waktu berselang, orang-orang Muslim lainnya telah berkumpul di pelabuhan. Mereka berharap dapat segera berlayar meninggalkan Spanyol sebagaimana dijanjikan pasukan Salib. Namun apa yang terjadi? Rumah-rumah yang telah ditinggalkan digeledah dan dibumihanguskan oleh pasukan Salib. Beberapa orang Muslim yang masih bertahan di rumah-rumah mereka tak mampu lagi memberikan perlawanan. Mereka yang telah berada di pelabuhan hanya mampu melihat rumah-rumah mereka terbakar, bahkan menghanguskan saudara-saudara mereka yang memilih bertahan di dalam rumah karena tidak percaya dengan janji pasukan Salib.

Dan seketika itu pula, pasukan Salib membakar habis kapal-kapal yang tadinya mereka janjikan untuk mengangkut ribuan umat Islam Granada meninggalkan Spanyol. Kaum Muslim tak mampu melawan karena tidak memiliki senjata dan telah dikepung pasukan Salib di pelabuhan.

Tak hanya kapal-kapal yang dimusnahkan, ribuan Muslim Granada yang berada di pelabuhan (kebanyakan adalah wanita, anak-anak, dan orang tua) dibunuh oleh pasukan Salib. Suara takbir terdengar di mana-mana. Darah kaum Muslim membanjiri pelabuhan. Air laut di sekitar pelabuhan tak lagi biru, melainkan merah pekat bercampur dengan darah Muslim Spanyol yang dibantai pasukan Salib.

Pasukan Salib berhasil membohongi dan menipu Muslim Spanyol di Granada. Peristiwa yang terjadi pada 1 April inilah yang kemudian diperingati sebagai April Mop atau The April’s Fool Day. Begitulah April Mop berasal. Ia dirayakan dan diperingati dengan membolehkan menipu atau membohongi orang lain, seperti halnya kebohongan yang dilakukan pasukan Salib terhadap Muslim Spanyol di Granada.

Bukankah memperingati dan merayakan April Mop adalah merayakan hari penipuan dan pembantaian terhadap ribuan umat Muslim? Iya, April Mop memang lahir dari sejarah demikian!

Ditulis dalam Conteng-conteng Paklong, Keletah Paklong | 2 Komentar »