Berkurun sudah tak menempuh WordPress ini.. kalau menempuh tu sebenarnya ada juga, tapi tengok-tengok sekejap aja. Tak pernah lagi posting, blogwalking, comment, etc..
Maaflah WordPress ya..bukan maksud hati nak meninggalkan dikau. Sibuklah.. alhamdulillah pemilu 2009 dah selesai, tapi pengolahan datanya belum tuntas, masih ada kerja sedikit lagi: buat bank data (pileg 2004, pilpres 2004, pilkada 2005, pilgub 2008, pileg 2009, pilpres 2009). Tak sedikit sebetulnya..banyak juga kerjanya lagi. Next Dec 2009: mulai tahapan pilkada 2010 (pemilihan walikota dan wakil walikota Dumai).
Semoga kesibukan tak lagi menjadi alasan untuk tidak menyentuh wordpress ini.. Semoga daku tak malas lagi mem-posting, blogwalking, apa sajalah..
Sekali lagi..maaf Om WordPress, kawan2, dan pengunjung rumah Paklong ne.. Satu hal lagi: FB Paklong –> Aris Alizom. Sila berkunjung. Sekian dulu dari Paklong.. Wassalam.
Category: Uncategorized
TEMPO Interaktif, Jum’at, 02 November 2007 | 16:10 WIB
Jakarta:Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid tetap menolak mengundurkan diri dari jabatannya terkait imbauan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) Selasa lalu. “Buat apa mundur, toh semua program PSSI tetap jalan,” katanya kepada Tempo lewat telepon hari ini.
Nurdin kini mendekam di rumah tahanan Salemba karena kasus penyelewengan dana minyak goreng Bulog. FIFA, lewat sidang komite eksekutifnya Selasa lalu (30/10) WIB, meminta agar PSSI mematuhi kode etik seperti yang tertera dalam artikel 7 kode etik FIFA. Aturan itu menyatakan orang-orang dengan catatan kriminal dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi pengurus.
Menurut Nurdin sewaktu pemilihan ketua umum pertama (2003) dia belum tersangkut hukum. “Begitu juga dengan pemilihan kedua (2007), saya sudah divonis bebas oleh Pengadilan Negeri,” elaknya.
Menurut Nurdin, berita yang muncul di dalam situs FIFA tersebut merupakan kutipan atas surat FIFA pada bulan Juni. Dalam surat itu, FIFA mempertanyakan soal ketidak-sesuaian Pedoman Dasar yang dihasilkan dalam musyawarah nasional PSSI dengan proses pemilihan ketua. “Jawaban atas surat itu sudah kami berikan dengan mengadakan pertemuan pada 31 Juli,” katanya. (Rafly Wibowo)
Manusia dinilai gagal oleh PBB dalam mengelola lingkungan.
Hal ini terungkap dalam laporan PBB yang berjuluk “UN Global Environment
Outlook” yang diterbitkan baru-baru ini. Semua aspek terkait dengan
lingkungan menurut PBB, sebagai dilaporkan BBC, saat ini tengah mengalami
penurunan.
Laporan berjumlah 572 halaman hasil kolaborasi ratusan ilmuwan dari berbagai
latar belakang ilmu ini menulis aspek lingkungan dari berbagai sisi dan
hubungan diantara aspek-aspek tersebut.
Menurut PBB, pada era di mana masyarakat sering hanya terpaku pada iklim,
masalah-masalah seperti penghijauan hutan, ketersediaan air bersih,
pertanian, keragaman hayati (biodiversity) dan meluasnya lahan kering
seringkali terlupakan.
Laporan ini juga mengetengahkan tren-tren sosial untuk menjawab pertanyaan
seperti: apakah semakin lebarnya kesenjangan antara masyarakat miskin dan
kaya akan berpengaruh buruk pada lingkungan ataukah sebaliknya.
Polusi, semakin parahnya efek rumah kaca dan eksploitasi hasil alam juga
masuk dalam pengamatan PBB. Menurut PBB, sebanyak 75% wilayah perikanan di
dunia telah secara berlebihan mengeksploitasi hasil laut. Menyebabkan
nelayan kesulitan memperoleh hasil laut dan stok ikan laut jauh berkurang.
Dibutuhkan sistem pembangunan yang berkelanjutan dimana strategi pembangunan
yang dijalankan saat ini harus memikirkan apakah generasi yang akan datang
bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dari alam.
Ketua Komisi Pembangunan dan Lingkungan Hidup yang saat ini menjadi Perdana
Menteri Norwegia, Gro Harlem Bundtland menyatakan jumlah populasi dunia
telah meningkat sebesar 34%. Populasi yang lebih besar menuntut ketersediaan
lahan yang lebih luas untuk dijadikan tempat tinggal dan lahan pertanian.
Sehingga memicu penggundulan hutan dan “pembajakan” lahan-lahan yang dulunya
dibiarkan alami.
Hal ini juga berarti kebutuhan akan air untuk minum, industri dan pertanian
akan meningkat.Demikian juga kebutuhan akan energi. Semakin banyak energi
yang terpakai, semakin banyak emisi yang terbuang yang akan mempercepat efek
rumah kaca.
***
Hizbullah
Penahijau Moderator
Apabila rekan-rekan ingin membaca laporannya (ukuran file-nya cukup besar)
bisa mengunduh langsung ke BBC atau masuk ke folder File di:
penahijau@yahoogroups.com
Siaran Pers
No. 040/Pensosbud/ X/07
Praha, 26 Oktober 2007 – Dalam ceramahnya di aula KBRI Praha Kamis 25 Oktober 2007 yang lalu, Dr Harold Crouch meyakinkan masyarakat Indonesia, mahasiswa dan para pemerhati Indonesia yang hadir bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara Islam.
Ahli ilmu politik dari The Australian National University (ANU) tersebut dengan gamblang menyampaikan berbagai alasan untuk mendukung pernyataannya tersebut. Berjalannya proses demokratisasi, desentralisasi, adanya perubahan konstitusi, dan penegakan hukum yang semakin baik, serta lancarnya Pemilu dan Pilkada di Indonesia disebutkan sebagai telah membuat Crouch yakin bahwa Indonesia dapat menjawab berbagai tantangan yang mengarah ke perubahan yang tidak baik, termasuk disintegrasi bangsa. Kenyataan seperti itulah juga yang meyakinkannya bahwa Indonesia tidak akan mengubah dirinya menjadi negara Islam.
Pada awalnya Crouch yang juga dikenal sebagai seorang ahli yang banyak menulis mengenai peran politik tentara di Indonesia mengaku sempat skeptis terhadap perubahan yang terjadi pada awal pasca reformasi. Namun setelah melihat adanya perubahan institusi politik yang membaik maka pemikirannya pun berubah. Crouch menegaskan bahwa secara formal institusi politik di Indonesia sudah sesuai dengan ukuran demokrasi internasional.
Ketika menyinggung tentang peran militer dalam panggung politik dewasa ini, Crouch melihat aspek pembiayaan militer sebagai hal serius yang harus segera di atasi, “ Seperti saya, akademisi yang menginginkan anak saya mendapat pendidikan bermutu, tentara juga demikian,” katanya menjelaskan.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Ceko, Salim Said, Crouch secara singkat menyinggung juga soal hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Mengenai soal di sekitar hubungan kedua negara yang bertetangga dekat itu, Crouch menyatakan bahwa pemerintah Australia berkali-kali menegaskan keinginan mereka untuk menjalin hubungan yang baik dan kerjasama yang erat dengan Indonesia. “Sebagai negara yang bertetangga hubungan baik dan kerjasama yang menguntungkan adalah pilihan terbaik bagi keduanya,” tutur Crouch.
Crouch juga menyadari bahwa seringkali terjadi perbedaan pandangan di tataran masyarakat kedua negara terutama mengenai konsep Hak Asasi Manusia (HAM). Namun diharapkan perbedaan tersebut dapat dieliminir dengan mengurangi kesenjangan informasi (information gap) yang selama ini terjadi.
Pada akhir ceramahnya, Crouch mengingatkan bahwa meskipun terjadi perubahan yang membaik, masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Indonesia seperti pembangunan ekonomi yang menyangkut kehidupan rakyat dan penyelesaian konflik lokal yang dapat mengganggu jalannya sistem politik di Indonesia.
Ceramah yang diakhiri dengan tanya jawab tersebut, merupakan kegiatan tetap KBRI Praha dalam rangka peningkatan wawasan warga Indonesia dan pemerhati Indonesia di Ceko. Selain Dr. Harold Crouch, beberapa waktu sebelumnya telah pula tampil Prof. Dr. R. W. Liddle dari Ohio State University, Dr. Syafii Anwar dari Jakarta dan Prof. Dr. Martin Van Bruinissen dari Universitas Utrech, Belanda.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:
Azis Nurwahyudi
Bagian Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Praha, Ceko
E-mail: Azis.Nurwahyudi@indonesian-embassy.cz
