Berita terkait dengan Persekongkolan Calo dan Samsat.

Apakah bapak-bapak dan ibu-ibu anggota legislatif pusat dan daerah, petinggi negara, pejabat pusat dan daerah, dan “orang-orang besar” lainnya tak pernah membayar pajak kendaraannya secara langsung? Padahal kita tahu, kendaraan mereka kadang tak satu, dan gonta-ganti pula.

Sungguh ironis memang. Mungkin karena mereka-mereka itu “orang besar” makanya tak pernah mengurus hal-hal seperti itu. Tinggal tunjuk anak buah, semua urusan beres. Di pihak penerima pembayaran pajak/birokrat pula, semua urusan dimudahkan. Kenapa? Karena berkas dihadapan mereka (yang mereka urus), adalah milik “orang besar.”

Berpuluh-puluh tahun sudah kita merdeka, tapi tak pernah ada perbaikan (baca: amat sangat lambat –itupun kalau ada). Keluhan dari masyarakat pula tak pernah ditanggap. Hanya sebatas lips service saja. Makanya lah, tak pernah ada keputusan atau kebijakan dari para pengambil keputusan atau pembuat kebijakan tersebut yang memperhatikan hal-hal sedemikian. Kalau pun ada, ahh.. teori! Praktiknya?!